Widjojo Nitisastro, Mafia Berkeley, dan Restorasi Ekonomi Indonesia
SEKITAR awal tahun 1970. Entah mengapa periode itu yang mampir dalam ingatan saya. Saya masih lima tahunan ketika itu. Tapi saya ingat pesawat terbang capung
SEKITAR awal tahun 1970. Entah mengapa periode itu yang mampir dalam ingatan saya. Saya masih lima tahunan ketika itu. Tapi saya ingat pesawat terbang capung

BARU-BARU ini, saya terlibat dalam diskusi yang cukup hangat dengan seorang rekan. Topiknya apalagi kalau bukan persoalan yang lagi hangat di tanah air: soal perseteruan
MUNGKIN tidak banyak disadari, sebuah gejala baru telah terjadi di dalam perpolitikan Indonesia. Tidak sulit diraba sebenarnya.
Bagaimana mungkin sebuah partai tanpa basis organisasi yang solid – juga tanpa ideologi yang jelas — seperti partai Demokrat, bisa menempatkan diri pada urutan pertama dalam pemilihan legislatif?
Bagaimana mungkin seseorang yang hanya mengandalkan image politiknya, bisa menjadi sedemikian popular dan menang dalam pemlihan presiden hanya dalam satu putaran?
Mau tidak mau, kita dipaksa untuk menemukan karakteristik yang baru dalam perpolitikan Indonesia.
DICOKOKNYA mantan Direktur IV Badan Intelijen Nasional (BIN), Muchdi Purwopradjono, berkaitan dengan kasus pembunuhan Munir, menjadi berita besar di Jakarta. Inilah untuk pertama kalinya, seorang
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.