Made Supriatma

Preman Bela Negara

Ilustrasi oleh Alit Ambara   BELA negara kembali menjadi persoalan. Media di luar dan dalam negeri menyorotinya, karena Kodam XVI/Udayana bermaksud melatih preman sebagai bagian

Kisah Bidadari Yang Terdampar

MUNGKIN Anda sudah dengar berita ini. Beberapa hari lalu, media-media online dan media sosial heboh. Bukan. Ini tidak ada hubungannya dengan Simposium 1965. Juga tidak

Aliansi Fasis Militer dan Fasis Keagamaan

DALAM waktu yang hampir berdekatan, tiga buah kegiatan kebudayaan dibubarkan paksa. Kegiatan-kegiatan kebudayaan tersebut adalah ‘Festival Belok Kiri Jalan Terus’ (Belok Kiri.Fest) di Taman Ismail

Politik ‘Proxy’ Anti-LGBT

AGAKNYA tidak ada isu yang bisa menyatukan publik Indonesia sekuat isu LGBT. Akhir-akhir ini, arus penentangan terhadap LGBT terjadi lintas-agama, lintas-partai atau lintas-ideologi politik, dan

Mangun

SAYA kira, saya tidak pernah dekat dengannya. Waktu itu, dia sudah punya nama besar. Dia arsitek. Dia juga intelektual publik yang disegani. Dia menulis di

Bintang Kejora Yang Mati Muda

In Memoriam Oktovianus Pogau (1992-2016) Yesus, mengapa Kau harus lahir di Betlehem, tidak di negeriku? Negeriku kini berdarah-darah Tetesan air mata, bau anyir kekerasan Terdengar

Hipokrisi Kelas Menengah

POPULARITAS Jamal, si tukang sate itu, cepat menguap. Selama beberapa hari sesudah ledakan bom Thamrin, nama Jamal melambung bagai bintang musik dangdut. ‘Keberaniannya’ untuk tetap

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.