
Nusantara: Jatuhnya Suharto
Berakhirnya Orde Baru memang belum menghapus warisan kolonialisme internal dan kekerasan negara.

Berakhirnya Orde Baru memang belum menghapus warisan kolonialisme internal dan kekerasan negara.

Teknokrat utama Orde Baru paling tepat digambarkan sebagai konservatif dadakan. Para Mafia Berkeley itu percaya pada keyakinan akan “rasionalitas” perencanaan kapitalis dan merangkul politik konservatif sebagai hasil dari kebutuhan politik dalam konteks konsolidasi otoriter

Kemenangan Prabowo menandakan keberlanjutan demokrasi illiberal. Tetapi, kita tidak boleh terjebak oleh kepanikan moral. Yang kita butuhkan adalah analisis yang lebih bernuansa mengenai trajektori politik sekarang dan yang akan datang. Ancaman bagi demokrasi di bawah kekuasaan Prabowo merupakan gejala bagi persoalan yang lebih besar, yaitu kuasa oligarki di negara-negara Selatan.

Kita perlu pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah pembebasan nasional Palestina agar tidak latah menjadi Zionis Jaksel yang hanya bisa membeo bahwa “Israel punya hak membela diri” dan mengabaikan genosida yang terjadi di depan mata.

Orientasi politik dari proyek filantropi Islam haruslah ditempatkan dalam kerangka transformasi sosial menuju masyarakat pasca-kapitalis.

“Pasca pandemi, ada tiga tantangan besar yang menanti,”

Kredit ilustrasi: Russia Beyond PANKAJ Mishra. Dunia Barat, terutama sirkuit kebudayaan Anglo-Saxon, mengenalnya karena esai-esai dan bukunya yang kritis tentang anti-kolonialisme, pertemuan Barat dan Timur,

Ilustrasi oleh Alit Ambara (Nobodycorp. Internationale Unlimited). GELOMBANG perlawanan rakyat dari berbagai elemen terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang semakin oligarkis dan anti-demokrasi begitu menonjol dalam

Kredit foto: Marxist World ALEXANDRIA OCASIO-CORTEZ. Perempuan 29 tahun keturunan pasangan imigran Puerto Rico tersebut berhasil mendobrak kemapanan politik di Amerika Serikat (AS) dengan

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) SEBAGAIMANA acap kali terjadi menjelang kontes elektoral, kalangan gerakan sosial dan progresif di Indonesia kembali disibukkan oleh sebuah ‘pertanyaan
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.