1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 88

Paling Sering Dibaca

Mangun

SAYA kira, saya tidak pernah dekat dengannya. Waktu itu, dia sudah punya nama besar. Dia arsitek. Dia juga intelektual publik yang disegani. Dia menulis di

Amerika Latin bergerak ke “Kiri?”

Politik Amerika Latin bergerak ke “Kiri.” Itulah kira-kira gambaran umumnya. Betapa tidak! Dengan terpilihnya pemimpin petani sosialis Evo Morales sebagai presiden Bolivia; Michelle Bachelet, seorang

G30S

PADA dini hari menjelang subuh 1 Oktober 1965, sekelompok militer yang kemudian menamakan diri sebagai Gerakan 30 September, melakukan penculikan terhadap 7 (tujuh) orang Angkatan

Marxisme dan Pembuktian

MARI kita mulai dengan sebuah teka-teki. Andaikan suatu planet lain di sebuah semesta paralel yang secara umum identik dengan planet kita. Sebut saja planet itu sebagai Bumi Kembar. Seperti planet kita, Bumi Kembar itu dihuni oleh manusia yang berevolusi dari kera. Seperti juga manusia Bumi kita, manusia dalam planet itu, pada tahap tertentu perkembangannya, mengenal sistem kepemilikan-privat, mengembangkan pembagian kerja yang bertumpu pada kerja-upahan—singkatnya, mengenyam kapitalisme.

166 Tahun Manifesto Komunis

Judul buku: The Communist Manifesto Penulis: Karl Marxdan Friedrich Engels Penerbit: Pluto Press, London, 2008 Tebal: 115 halaman PADA Februari 1848, terbit dokumen politik Marxis

Mengenal (Generasi) Aktivisme Kita

‘Mereka yang bekerja dengan sektor-sektor paling radikal akan memiliki pandangan berbeda terhadap negaranya, dibandingkan dengan mereka yang melakukan aktivitas politiknya di tengah-tengah sektor-sektor yang paling

Komoditi Sebagai Hubungan Sosial (2)

TEORI nilai Marx merupakan salah satu teorinya yang paling rumit sekaligus paling kontroversial. Jika kita bisa melewati diskusi mengenai teori ini dengan lancar, maka diskusi mengenai topik-topik lainnya dalam Capital menjadi lebih mudah.

Teori nilai seringkali disebut berbarengan sebagai Teori Nilai Kerja (TNK). Menariknya, Marx sendiri tidak pernah menyebut teori nilai sebagai TNK. Sebutan ini pertama kalinya digunakan para pengritiknya dari kalangan ekonom mainstream, seperti Eugen von Böhm-Bawerk. Menjadi tambah populer ketika ekonom Marxist Rudolf Hilferding, memberikan kritik atas kritiknya Böhm-Bawerk terhadap Marx tersebut (Hiroyoshi, 2005:81).

Selawat Untuk Orde Baru

JIKA ingin melihat betapa lemahnya posisi umat Islam di Indonesia, maka barangkali sekaranglah waktu yang tepat. Di tengah bangkitnya populisme konservatif di seluruh dunia, sepertinya

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.