
Solusi Kiri
BEBERAPA waktu lalu, IndoPROGRESS menurunkan artikel bertajuk Mengapa Kami Menolak Panas Bumi di Gunung Slamet? Tulisan itu, seperti biasanya tulisan yang muncul di laman ini,

BEBERAPA waktu lalu, IndoPROGRESS menurunkan artikel bertajuk Mengapa Kami Menolak Panas Bumi di Gunung Slamet? Tulisan itu, seperti biasanya tulisan yang muncul di laman ini,

‘Mereka yang bekerja dengan sektor-sektor paling radikal akan memiliki pandangan berbeda terhadap negaranya, dibandingkan dengan mereka yang melakukan aktivitas politiknya di tengah-tengah sektor-sektor yang paling

PRASYARAT demokrasi adalah hubungan antara demos (warga negara) yang dinyatakan secara resmi dengan bagaimana rakyat mengidentifikasikan diri dalam urusan-urusan publik. Demokrasi itu sendiri, menurut David

Sejak mula, janji “transisi ekologi” ini ketika diterapkan pada isu pemanasan global dinyatakan secara ambisius dan gamblang: “tangan tak terlihat (invisible hand)” pasar diyakini mampu menekan emisi gas rumah kaca (greenhouse gas emissions) sekaligus menjaga tingkat keuntungan tetap tinggi.

KETIKA mata dunia berpaling ke Syria, mungkin banyak orang lupa bahwa revolusi Mesir belum selesai dan terus menunjukkan dinamikanya. Di antara negeri-negeri “musim semi Arab”,

SAYA sedang membayangkan suatu identitas yang sangat berat. Seorang perempuan negro, lesbian, dan feminis, lalu ia hadir dalam ruang publik kita. Apa yang akan terjadi

fight to vote, vote to fight. Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp) Peran Sentral Negara dalam Penegakan HAM SELAMA ini kita sudah terbiasa dengan definisi

Bagi aliansi politik-bisnis yang dominan, yang menghambat investasi bukan korupsi, melainkan buruh!
RAKYAT jelata membuat sejarah. Tidak percaya? Mari palingkan wajah sejenak ke dunia seberang. Hari itu, 1 Januari 2001. Usai hingar-bingar pergantian tahun baru, dunia sontak menoleh ke Chiapas, provinsi termiskin di Meksiko. Tiga ribu petani angkat senjata. Mereka merangsek ke kota, memprotes pemerintah Meksiko yang bersekutu dengan Amerika Serikat dan Kanada meneken perjanjian kawasan perdagangan bebas Amerika Utara (NAFTA). Akibat liberalisasi perdagangan itu, petani miskin – kebanyakan masyarakat adat Indian – dipaksa bersaing dengan pemodal raksasa dari negara-negara besar.

KETIKA mendengar nama ‘Bali’, yang pertama muncul dalam benak kita adalah tujuan pariwisata dengan tawaran menggiurkan; masyarakat yang ramah, serta budaya unik yang menjadi ciri khasnya. Hal ini tampak pada kita sebagai suatu yang niscaya, sesuatu yang ‘sudah dari sononya’. Bali sering kita anggap sebagai daerah yang ‘netral’, bebas dari pengaruh global dan kuat bertahan dengan tradisinya. Pandangan ini mendudukan Bali sebagai semacam suaka yang harus dijaga dan dijauhkan dari perubahan-perubahan yang disebabkan berbagai krisis, entah tingkatan nasional maupun global. Di sinilah pra-anggapan tentang Bali ini menjadi semacam disiplin, yang ditaati oleh segenap manusia Bali dan menjadi tolak ukur perkembangan Bali yang normal.

Kredit ilustrasi: Putu Deoris BEBERAPA hari yang lalu (28/10), Bambang Widjojanto (BW) dalam sebuah diskusi bertajuk “Masa Depan Gerakan Anti Korupsi” menyatakan bahwa tantangan
PADA dini hari menjelang subuh 1 Oktober 1965, sekelompok militer yang kemudian menamakan diri sebagai Gerakan 30 September, melakukan penculikan terhadap 7 (tujuh) orang Angkatan
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.