1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 234

Paling Sering Dibaca

Lonceng

Untuk: M di Kota Senja SEPERTINYA matahari hampir lahir, ketika lagu Metallica, For Whom The Bell Tools, membentur dinding kamar. Konon, tepat 1 Juni 2012,

Menegaskan Yang Ilmiah dari Yang Utopis

Tanggapan untuk Airlangga Pribadi dan M. Fajar TULISAN saya sebelumnya Mengilmiahkan Yang Utopis, memperoleh tanggapan yang berbobot dari Airlangga Pribadi (di sini). Demikian pula, artikel

Jokowi Butuh Koalisi Besar Massa-Rakyat

SEKARANG semua sudah jelas. Setelah melakukan berbagai macam manuver dan akrobat politik, hasilnya adalah Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang menyokong Joko Widodo-Jusuf Kalla kalah total

José Alfredo Martínez de Hoz

Persekutuan tidak suci antara intelektual liberal dengan rejim militer, juga terjadi di Argentina. Di negara dengan luas terbesar kedua setelah Brazil di kawasan Amerika Latin,

Merefleksikan Gerakan 21 Mei

TAK lama lagi, kita akan bertemu dengan tanggal 21 Mei. Pada tanggal itu, 12 tahun lalu, gerakan massa besar-besaran yang bertemu dengan momentum krisis ekonomi,

Anak-Anak Thatcher

MUSIM dingin 1978-79 adalah masa yang kurang bersahabat untuk orang-orang Inggris. Musim dinginnya bukan hanya dingin dan bersalju, tapi juga kurang bagus buat ekonomi. Toko

Efek Domino Krisis Properti di AS

KEHIDUPAN Myra Riggs, hari-hari ini, diliputi ketidakpastian. Perempuan berusia 61 tahun, yang tinggal di kota Baltimore, AS itu, tak nyaman lagi tinggal di rumahnya yang

LKIP Edisi 26

Karya – Yang Luput dari Rachmat Gobel Catatan Kawan – Jukstaposisi Sensor dan Demokrasi Kritik – Sihir Picasso dan Semangat Zamannya Kritik – Bumi Bergolak/La

Gosip di Sekitar Kita

HEMAT saya, tindak-tanduk kehidupan pribadi seorang penyair berbeda dengan karyanya. Saya berpegang pada sebuah pendapat bahwa karya adalah ciptaan dunia sosial. Seorang penyair hanyalah agensi penyebabnya. Tindak-tanduk seseorang bolehlah diadili berdasarkan tindak tanduk itu dan perangkat-perangkat lain yang melingkupinya. Sedangkan sebuah karya janganlah dibawah ke dalamnya. Dengan terjatuh pada ad hominem kita bersamaan juga merayakan individualitas manusia. Tetapi pertanyaan selanjutnya adalah seberapa jujur seorang penyair sebagai agen melihat kesosialan lantas menerjemahkan dalam karyanya? Hanya sebuah kritik yang baiklah yang bisa menjawabnya.

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.