
Edisi XLV/2018
Daftar Isi: Apa Pun Yang Sudah Diceritakan Padamu Soal Kreativitas Itu Salah Manusia Buru Dalam hitungan hari, kita akan segera memasuki tahun yang baru. Berbagai bencana

Daftar Isi: Apa Pun Yang Sudah Diceritakan Padamu Soal Kreativitas Itu Salah Manusia Buru Dalam hitungan hari, kita akan segera memasuki tahun yang baru. Berbagai bencana
Sejak 5 Maret 2007, Kejaksaan Agung melarang 13 judul buku pelajaran sejarah. Alasannya, buku-buku tersebut tidak memuat peristiwa pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948 dan
PLUTOKRASI merupakan penyakit bawaan kapitalisme, baik yang masih mengandung sisa-sisa feodalisme maupun yang sudah memasuki tahap neoliberalistis. Plutokrasi adalah kekuasaan politik elite mahakaya, bahkan termasuk
Membicarakan masalah utang luar negeri (ULN), seolah tak ada habisnya. Sebabnya, karena kian lama tak kunjung muncul kebijakan yang bertujuan mengurangi beban ULN ini dalam
DI SEBUAH gedung fakultas hukum suatu perguruan tinggi negeri di Jawa Timur, pernah ada pencuri tertangkap basah di siang hari bolong. Seperti lazimnya, dia dipukuli
Mengenang Ong Hok Ham CIPINANG Muara pada awal tahun 1999. Lelaki tua berkepala plontos dan berkacamata itu, setiap hari selalu lewat di depan kantor saya.
SEKITAR awal bulan Juni lalu, di halaman Facebook kawan saya, yang juga anggota redaksi Jurnal IndoPROGRESS, mendadak muncul gambar, poster, dan pesan tentang sosok Jokowi-Basuki.

PADA bulan Maret 2013, seorang kolumnis Mesir bernama Khaled Fahmy menulis sebuah artikel menarik di Ahram, harian terbesar di Mesir. Tulisannya, yang mengritik sikap Presiden

Daftar Isi: Gerilyawan di Balik Meja: Che Guevara Sebagai Peletak Fondasi Ekonomi Kuba Melihat Biologi Secara Dialektis Akhir tahun ini, tepatnya 9 Desember 2015,
MICHAEL Ignatieff, tokoh Liberal asal Kanada, dalam bukunya The Lesser Evil berujar bahwa ‘Perang pre-emptif akan sangat jarang muncul, namun setidaknya itu adalah kejahatan yang lebih kecil (a lesser evil).’ Dalam tarikan nafas yang sama, Kanan Makiya, seorang apologis Perang Iraq, juga menyatakan bahwa pasca invasi, tentara Amerika akan disambut dengan ‘manisan dan bunga-bunga’ di Iraq – sampai kemudian Ignatieff dan Makiya menyadari bahwa jumlah korban jiwa di Iraq setelah invasi hampir mencapai jumlah korban jiwa di bawah rejim Saddam Hussein. Dan alih-alih disambut dengan ‘manisan dan bunga-bunga,’ pasukan Amerika di Iraq disambut dengan darah dan bibit-bibit kebencian.
TULISAN Muhammad Ridha mengenai persoalan TKI, secara ringkas menjelaskan soal kenapa TKI harus dikirimkan keluar negeri. Sayangnya, tulisan tersebut masih samar memberikan argumen mengapa TKI tidak memperoleh perlindungan dari Negara.
Argumen Marxisme yang dipakai Ridha hanya menjelaskan soal otonomi relatif negara dan soal negara yang bias, karena hanya mewakili kepentingan kelas berkuasa. Kurang dijelaskan dalam tulisan tersebut, latar tumbuhnya TKI dan kepentingan-kepentingan yang mendasari dikirimnya TKI ke luar negeri. Tak heran jika dalam itu Ridha tidak merasa perlu memberikan solusi atas kejadian-kejadian yang menimpa para TKI di luar negeri dan Arab Saudi pada khususnya. Tulisannya hanya ingin menunjukkan kritik terhadap teori negara yang dikemukakan oleh Hizkia Yossie Polimpung.
HUGO Rafael Chávez Frías sebelum dan sesudah wafat mendapat perhatian istimewa. Alasan utama: wawasan dan praktik politiknya merupakan tanda perbantahan dari sebuah tatanan yang peninggalannya adalah sebuah mosaik sosialisme kerakyatan.
Menurut laporan Komisi PBB bagi Ekonomi Amerika Latin (CEPAL), Venezuela berhasil menurunkan 44 persen angka kemiskinan: 5 juta jiwa dari total penduduk tidak lagi miskin. Dalam hal kesadaran berdemokrasi, partisipasi elektoral mencapai lebih dari 88 persen penduduk, yang pada pemilu terakhir 55 persen suara untuk Chávez.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.