
Aksi Bela Lingkungan, Di-PKI-kan!
Kredit foto: picbon.com Tulisan ini sebelumnya disusun saat kasus Budi Pego disidangkan di tingkat pertama tahun 2017. Sebagai amicus curiae (sahabat pengadilan), yang berusaha memberikan

Kredit foto: picbon.com Tulisan ini sebelumnya disusun saat kasus Budi Pego disidangkan di tingkat pertama tahun 2017. Sebagai amicus curiae (sahabat pengadilan), yang berusaha memberikan

“Langit lekas gelap di Detroit pada musim dingin. Beberapa orang mengemis di dekat jalur keluar jalan tol. Dari kejauhan, tampak nyala api di lokasi yang dulunya adalah jantung kawasan industri. Sekelompok anak muda menyalakan api di reruntuhan pabrik, sembari berharap menemukan potongan logam yang akan dikirim ke Timur melalui laut. Potongan-potongan logam yang bernilai dua setengah dolar per ons ini adalah satu-satunya barang berharga yang tersisa untuk bertahan hidup.”

Kredit foto: Fathimah Fildzah Izzati KITA percaya tiada orang yang menghendaki kekerasan. Semua manusia waras membeci dan mengutuknya. Yang demikian ini, bahkan saya temui pada

MUKTAMAR Nahdlatul Ulama (NU) ke 33 yang diselenggarakan di Jombang, Jawa Timur, semestinya menjadi momen penting bagi perdamaian. Selayaknya, jika memang ingin mencatatkan sejarah, ajang
Dari ‘Anti Revisi’ ke Anti Neoliberalisme Sulit dipungkiri, puluhan tahun penghancuran sistematis terhadap kekuatan politik kelas buruh telah menyisakan serpihan berserakan yang tak mudah dirajut

Kredit ilustrasi: katadata.co.id DI TENGAH hilanganya kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melakukan ekspansi belanja akibat membengkaknya defisit keseimbangan primer, pemerintah menempuh berbagai

EDITORIAL kita minggu lalu dengan tegas menunjukkan bagaimana momen politik kepemiluan (electoral) kembali diwarnai oleh mobilisasi sentimen SARA yang dipompakan secara massif ke ruang publik.

MARI mulai bicara pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dengan bicara soal negara lebih dulu. Ada sejuta narasi soal negara. Dahulu, ketika kita masih unyu –
Beberapa waktu lalu, Rusman Nurjaman dari majalah Intisari, mewawancari saya secara elektronik berkaitan dengan topic ‘Menciptakan Kota dan Lingkungan Ramah Warga.’ Setelah majalah itu terbit, tidak keseluruhan hasil wawancara itu dimuat, sehingga saya pikir tidak ada salahnya jika wawancara itu saya muat ulang selengkapnya di sini.
Tanggapan terhadap Max Lane MAX LANE, seorang Indonesianis dari University of Sydney, Australia, menulis sangat baik tentang Bung Karno dan gagasan-gagasan politiknya. Salah satu tulisannya

SEGERA setelah presiden terpilih resmi diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum pada 22 Juli 2014 lalu, para relawan tidak lantas beristirahat. Selang beberapa hari, segelintir relawan
TIGA BELAS tahun sudah Indonesia memilih jalan panjang menuju demokrasi. Jalan yang tidak mudah, dipenuhi kerikil serta tantangan di setiap liku jalan. Salah satu tantangan
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.