1. Beranda
  2. /
  3. Paling Sering Dibaca
  4. /
  5. Page 132

Paling Sering Dibaca

Rezim Jokowi-JK dan Alasan Basi Konsumsi BBM

PADA 18 November 2014, pemerintahan Jokowi-JK menaikkan harga BBM. Harga premium naik dari Rp6.500 menjadi Rp8.500, sementara harga solar naik dari Rp5.500 menjadi Rp7.500. Seperti

Freeport dan Hilangnya Kedaulatan Rakyat

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   BELUM lama berselang, media mainstrem dan media sosial memberitakan keberhasilan pemerintah Jokowi-JK yang telah mengakuisisi saham PT Freeport Indonesia

Mengilmiahkan Yang Utopis

Tanggapan untuk Airlangga Pribadi SEJAK dari jaman filsuf Yunani Kuno Plato, hingga politikus Sir Thomas More, utopia selalu diidentikkan dengan “masa depan yang lebih baik

Kaum Muda Songsong Pemilu 2019

KESADARAN gerakan rakyat dalam memandang negara mulai menunjukkan lompatan kualitatif. Hal ini ditandai dengan semakin maraknya pembicaraan soal pentingnya membangun partai gerakan untuk berkontestasi dalam

Sang Presiden dan Buku Puisi Kesedihan

SUATU sore yang masih panas pada hari Jumat, Sang Presiden itu akhirnya mundur dari jabatannya. Dua puluh tujuh tahun lebih enam bulan ia memerintah dengan

Argumentasi Politik Terorisme berbasis Agama

Kredit ilustrasi: Alit Ambara (Nobodycorp)   APA yang sebenarnya menjadi basis politik dari perilaku terorisme atas nama agama di Indonesia? Pertanyaan ini setidaknya menjadi terpinggirkan

Mesianisme Dalam Revolusi Rusia

REVOLUSI di Rusia merupakan hal yang menarik untuk dilihat dan dicermati. Tidak hanya karena revolusi sering kali terjadi di sana, melainkan juga karena ideologi-ideologi yang bermain di dalam revolusi tersebut. Tulisan ini hendak menunjukkan ideologi yang seringkali luput dalam melihat revolusi di Rusia, yaitu mesianisme. Sebagai sesuatu yang seringkali luput, mesianisme ini mau tidak mau harus dilihat sebagai ‘ideologi yang berada di bawah sadar.’ Ideologi bawah sadar, karena mesianisme tidak tampil layaknya ideologi Marxisme yang memang diusung secara terbuka sebagai acuan dari revolusi sosialis.

Politik “Progresif” Pasca Pilpres 2019

Kredit ilustrasi: chrisgoringe Respons terhadap Airlangga Pribadi Kusman serta Suarbudaya Rahadian dan Christian Yahya PEMILIHAN presiden (pilpres) 2019 yang lalu memperparah pembelahan aspirasi politik yang

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.