
Halaman Belakang Semarak Ritual Kampung
Ritual kampung seperti Temmu Taung di Sulsel merawat kerentanan rakyat kecil sekaligus memperkuat posisi kelas atas untuk terus mengakumulasi modal.

Ritual kampung seperti Temmu Taung di Sulsel merawat kerentanan rakyat kecil sekaligus memperkuat posisi kelas atas untuk terus mengakumulasi modal.

Tidak ada alasan yang cukup untuk menyatakan bahwa Demokrasi Terpimpin Sukarno adalah rezim bonapartis. Lantas, apa corak pemerintahannya kala itu?

Identitas Papua adalah cermin yang retak. Ia merefleksikan sejarah panjang interaksi dengan kekuatan eksternal yang kompleks, mulai dari kolonialisme hingga modernisasi.

Yogyakarta darurat sampah, dan yang menanggungnya —ekonomi hingga kesehatan— adalah warga di lapisan terbawah.

Menyoal jerat finansialisasi dan mitos tentang utang pada buruh sawit dan komunitas petani plasma.

Anda mau menang Nobel Ekonomi? Satu syarat wajibnya adalah tidak menantang kemapanan kapitalisme.

Proyeksi kondisi hukum paling kuat di bawah rezim Prabowo-Gibran selama lima tahun ke depan adalah menguatnya negara hukum otoritarian.

Dosen kini dipahami sebagai pekerjaan yang berfungsi sekadar menghasilkan lulusan siap kerja, “produk” yang “layak” memenuhi kebutuhan pasar. Para pembelajar pada akhirnya hanya sebagai “produk akhir” untuk kebutuhan industri.

Tulisan ini akan menunjukkan bahwa sudah tiba saatnya bagi kesarjanaan hukum Indonesia untuk menyadari karakter politiknya di dalam sistem hukum sebagai arena tarung akumulasi kuasa.

Jika kelas menengah dapat melampaui kesadaran individual dan konsumtif menuju kesadaran kolektif, mereka masih memiliki potensi untuk menjadi agen perubahan sosial yang memperjuangkan keadilan bagi seluruh masyarakat.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.