
Biopolitik “Masyarakat Adat” dan Perampasan Tanah Skala Besar
Praktik “masyarakat adat” yang secara cair justru telah membuka peluang bagi masifnya spekulasi dan perampasan tanah skala raksasa di pedesaan.

Praktik “masyarakat adat” yang secara cair justru telah membuka peluang bagi masifnya spekulasi dan perampasan tanah skala raksasa di pedesaan.

Mari kita singkirkan ego antarorganisasi progresif dan rumuskan arah politik bersama.

Di Indonesia, birokrasi masih terjebak dalam logika silo dan kecurigaan terhadap kompleksitas. Semua harus bisa di-Excel-kan.

Jika hukum adalah alat dominasi kelas kapitalis, mengapa tidak kita rebut dan menjadikannya senjata kelas pekerja?

Trump tidak bisa mengembalikan AS ke posisi sebagai pemimpin utama dalam ekonomi manufaktur global. Kesempatan itu telah berlalu.

Jika bentuk gerakan dibiarkan tanpa arah, maka ia hanya akan menjadi tempat pelarian emosional kolektif tanpa menjebol apa pun. Ia menjadi ritus perlawanan, bukan proses pembebasan.

Gerakan mahasiswa hari ini mandek karena dipimpin oleh mereka yang mengira dirinya revolusioner padahal sejatinya konservatif.

Transisi energi harus dilandasi logika baru, bukan cuma repaint kapitalisme dengan cat hijau.

Gerakan buruh harus sadar bahwa tidak ada polisi yang patut diucapkan selamat. Mereka adalah penindas.

Selama lorong-lorong rusun masih menyimpan perlawanan, kota belum sepenuhnya dikuasai kapital.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.