
Apa Arti ‘Dukungan Kritis’ Pasca Kemenangan Jokowi?
HARUS diakui bahwa gagasan ‘dukungan kritis’ beresonansi cukup kuat dalam proses pemenangan Jokowi pada pemilu kemarin. Jokowi didukung bukan karena dirinya sendiri, akan tetapi juga

HARUS diakui bahwa gagasan ‘dukungan kritis’ beresonansi cukup kuat dalam proses pemenangan Jokowi pada pemilu kemarin. Jokowi didukung bukan karena dirinya sendiri, akan tetapi juga

PENGGALAN kalimat Marx yang paling terkenal dan sekaligus menjadi slogan atas dirinya yaitu ‘agama adalah candu rakyat’, mungkin saja telah menjadi saripati dari apa yang

BELAKANGAN ini, sebagian dari kita berkata bahwa relawan tidak memiliki basis kelas yang jelas. Isinya adalah percampuran antara kelas pekerja, kelas menengah dan kelas pemodal.

“Perang selamanya adu kekuatan dan muslihat untuk keluar sebagai pemenang,“ kata Tuan Tèlinga. “Tidak,Tuan Tèlinga“ Marais membantah, “tak pernah ada perang untuk perang. Ada banyak

SETELAH Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil Pilpres 2014, setelah pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dielu-elukan sebagai pemenang Pilpres 2014, muncul banyak pertanyaan tentang masa depan Indonesia

TAK BISA disangkal bahwa kekuatan terpenting di balik kemenangan Joko Widodo (Jokowi) adalah keberadaan relawan, yang, kata Jokowi, bekerja dari siang, malam dan subuh. Keberadaan

DARI tiga kata pada judul tulisan ini, kata ketigalah, tebakan saya, yang paling cepat mendapat rujukkan di kepala Anda. Sosok bertopi baret, mata menerawang jauh

SEJAK rezim Orde Baru (Orba) berkuasa pada 1965, hubungan antara Agama dan Marxisme dikonstruksikan seperti air dan api, terpisah dan saling meniadakan. Dalam konstruksi Orba,
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.