Sejarah PNI merupakan kisah tentang kemungkinan-kemungkinan progresif yang berulang kali muncul dalam sejarah Indonesia, tetapi kemudian dihancurkan sebelum sempat meraih kemenangan.
Menyempitnya ruang partisipasi dalam politik formal tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan yang tidak dapat diatasi. Bagi gerakan perlawanan yang memiliki sumber daya dan jaringan yang memadai, tantangan tersebut justru menuntut upaya kolektif untuk membangun partai politik rakyat sekaligus menggalang konsolidasi yang lebih luas guna menolak regulasi yang membatasi partisipasi demokratis warga dalam arena politik formal.
Jika kita masih memandang kerja semata-mata sebagai aktivitas produktif di pabrik, kantor, atau sawah, maka kita telah terjebak dalam dogma terbesar kapitalisme: bahwa nilai hanya lahir dari kerja produksi formal. Inilah ilusi besar yang justru memperkuat kekuasaan kapital atas kehidupan kita sehari-hari.
Shopping Basket
Berlangganan Konten
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.