1. Beranda
  2. /
  3. Harian Indoprogress
  4. /
  5. Page 123

Harian Indoprogress

Benarkah Republik Islam sudah berada di tepi kehancuran? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perlu ditelaah empat aktor utama dalam dinamika saat ini: rezim yang berkuasa, rakyat, oposisi, dan kekuatan eksternal.
Indonesia memiliki beragam masalah kompleks yang sudah struktural hingga sulit untuk dibenahi. Segala keindahan yang ada di Indonesia seperti terbenam oleh kebobrokan tingkah polah manusia yang mengelola negara ini.
Begitu ekonomi politik industri minyak benar-benar dibedah, penjelasan “ini semua tentang minyak” mulai kelihatan rapuh.
Publik diajak percaya bahwa mengganti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), atau mengganti mobil bensin dengan mobil listrik, hanyalah soal substitusi teknis. Padahal, infrastruktur energi selalu tertanam dalam struktur sosial, politik, dan ekonomi tertentu.

Harian Indoprogress

LGBT, Negara dan Perjuangan Kita

MENTERI Agama sudah bersikap, demikian pula KOMNAS HAM. Yang pertama menganggap pernikahan sejenis sulit diterima karena masyarakat kita relijius. Yang kedua lugas menyatakannya sebagai tindakan

Referendum Untuk Kedaulatan Ekonomi

PEMERINTAHAN Kiri SYRIZA di Yunani, akhirnya memutuskan untuk menyelenggarakan referendum pada tanggal 5 Juli nanti. Tujuannya untuk memutuskan apakah Yunani harus menerima atau menolak proposal

Pesta Para Babi

MINGGU lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) mengesahkan sebuah peraturan penting. Perangkat hukum itu diberi nama Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP) atau lebih

Mobilisasi Melawan Oligarki

POLITIK penjarahan adalah inti dari politik oligarki sejak rejim Orde Baru hingga sekarang. Begitu menurut sebuah teori oligarki. Agar praktik penjarahan oligarki tersebut bisa berlangsung,

Pergeseran Paradigma Neoliberal

PENATAAN Ekonomi Nasional yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia selama ini, tidak dapat melepaskan diri dari pengaruh paradigma ekonomi mainstream dan hegemonik yang mendasari pembangunan di

Bagaimana Belajar dari Podemos? (Bagian 1)

DALAM artikelnya di IndoPROGRESS beberapa waktu lalu, Muh. Ardiansyah Leitte mengatakan perlunya gerakan sosial Indonesia untuk belajar dari pengalaman Podemos. Hal ini tampak, setidaknya, pada

Jopi Bukan Preman, Jenderal!

BEBERAPA hari lalu, merespon desakan pengungkapan secara tuntas kasus pembunuhan Jopi Peranginangin oleh prajurit TNI Angkatan laut, Panglima TNI Jenderal Moeldoko dengan entengnya mengatakan Jopi

Perjudian Jokowi?

SELAMA SEMINGGU lalu kantor kepresidenan pindah ke Solo. Kita semua tahu, sang presiden punya hajatan. Dia mengawinkan anaknya. Tidak istimewa, bukan? Sama sekali tidak. Kecuali

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.