
Bara di Balik Terang: Transisi Energi Terbarukan dalam Cengkeraman Kapitalisme Fosil (Bagian I)
Transisi energi harus dilandasi logika baru, bukan cuma repaint kapitalisme dengan cat hijau.

Transisi energi harus dilandasi logika baru, bukan cuma repaint kapitalisme dengan cat hijau.

Gerakan buruh harus sadar bahwa tidak ada polisi yang patut diucapkan selamat. Mereka adalah penindas.

Selama lorong-lorong rusun masih menyimpan perlawanan, kota belum sepenuhnya dikuasai kapital.

Sudahi teologi Kristen yang berkontribusi melanggengkan imperialisme. Sudah waktunya melawan segala bentuk penindasan dan mendukung total pembebasan nasional.

Gerakan rimpang mudah menjalar tapi juga gampang layu, bahkan sebelum kemenangan dicapai.

Proyek revolusi tidak memusuhi aparat sebagai manusia, tetapi menantang mereka sebagai bagian dari struktur penindas.

Negara polisi global mengandalkan militer sebagai instrumen untuk melindungi dan memperkuat kepentingan ekonomi kapitalis. Keduanya berkaitan erat.

Fadli Zon, seorang pejabat, sesungguhnya tengah melakukan pembungkaman dan pelanggengan struktural kekerasan berbasis gender.

Ketika Ulil menyebut kritik terhadap situasi perusakan alam sebagai “ekstremisme”, ia tengah mengabaikan fakta bahwa industri ekstraktif adalah bentuk ekstrem dari perusakan oikeios.

Melawan pelupaan bukan nostalgia akan luka lama, melainkan perlawanan terhadap kekuasaan yang terus berusaha menghapus jejak kekerasan yang dilakukannya.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.