Judul Lagu: Reuni Penjahat (Ngeri)
Artis: Mooseo
Mooseo adalah band punk-rock asal bandung yang digawangi Aceh, Gandhi, Paton, Suricha dan Tyan. Bagi kami, Mooseo adalah satu lagi kolektif yang berhasil menertawakan orde baru dengan sangat baik. Ketika kolektif punk lain mengkopi template perlawanan punk begitu-begitu saja, maka Moose mengambil terma-terma khas orde baru dan memberikan pemaknaan baru yang lekat dengan humor yang segar. Sebagai, Mooseo klaim dirinya sebagai Punk Percontohan. Mereka yang akrab dengan etos punk pas tergelak sebab punk itu (katanya) galibnya melawan kemapanan sementara percontohan adalah kemapanan itu sendiri. Di sisi lain , embel- “percontohan” memang cita rasanya orde baru sekali. Punk Percontohan tak jauh beda dengan istilah-istilah orde baru, dari kelompencapir hingga murid teladan!
Menurut Mooseo, Reuni Penjahat ((ngeri)) – lagu yang kami turunkan ini – “…enak disantap setelah menonton film dokumenter ngeri “The Act of Killing” dengan sedikit Alkohol, sedikit Marijuana, sedikit Inex atau sedikit Es Tesi.”
Selamat mendengarkan dan – jika anda jeli – terhibur!
Guna lebih jauh mengenal Mooseo, silahkan kontak 08164272181
Facebook : Mooseo
Soundcloud: https://soundcloud.com/mooseo
Link lagu: https://soundcloud.com/ruangkeclrecordstore/mooseo-reuni-penjahat-ngeri
*Foto Mooseo dari http://ruangkecilrecords.wordpress.com/
Judul Lagu: Nyanyian Enggang
Artis: Saut Situmorang dan Alexander Haryanto
Dalam lagu ini, penyair Saut Situmorang berkolaborasi dengan musisi asal Dayak Alexander Haryanto. Dasar kolaborasi mereka sederhana saja; Lagu dan puisi mereka berjudul sama, “Nyanyian Enggang”.
“Nyanyian Enggang” sejatinya adalah balada dengan selipan spokenword, sebuah cara penyuguhan puisi beriring musik yang kadong dikenal dengan frase musikalisasi puisi. Namun, rasanya terlalu naif terus berkutat dengan apa label yang pas untuk karya satu ini. Alangkah lebih berfaedah untuk langsung mendengarkan lirik yang dinyanyikan dan dilontarkan dalam kolaborasinya.
Mudah saja untuk menangkap tentang hilangnya habitat Burung Enggang, suatu tema yang memang renyah dan mudah sekali “dipasarkan” di change.org. Namun, akan lebih berfaedah – menurut kami – jika kolaborasi ini dibaca sebagai protest song seekor enggang yang kalut gara-gara habitatnya dilelang negara pada korporasi multinasional.
Akhirnya, kami berharap semoga setelah mendengar lagu ini, Kita punya ghirah yang sama dalam menyigi isu-isu di atas, mirip ketika kita membela hak-hak kucing yang terdzolimi.
Link Lagu: https://soundcloud.com/saut-situmorang/saut-situmorang-collaborates