1. Beranda
  2. /
  3. 2015
  4. /
  5. Page 8

2015

Setelah Kemerdekaan Tak Ada Lagi

SUDAH saatnya mendekatkan kata ‘merdeka’ dengan ‘nasi’ dan ‘tai’. Sebab seperti yang lalu-lalu, peringatan hari proklamasi memang tak lebih dari 1×24 jam. Sisanya hanya gumpalan

Podemos Sebagai Sebuah Fenomena Sejarah

Tanggapan atas Tanggapan Muh. Ardiansyah Laitte DALAM tradisi politik kiri, perdebatan mengenai posisi politik adalah perlu sekaligus penting. Perdebatan menjadi tidak terelakan sebagai arena untuk

Khotbah tentang Kebosanan

PEMBACA tentu pernah bersua orang, mengerjakan kegiatan, atau berada dalam situasi yang membosankan. Sebagai manusia pasti kita pernah mengalami kebosanan. Tak banyak orang yang hidup

Podemos Untuk Dipelajari, Bukan Untuk Dijiplak

Tanggapan untuk Muhammad Ridha DALAM artikelnya di IndoPROGRESS beberapa bulan lalu, Muhammad Ridha mengkritik tulisan saya dengan mengatakan bahwa gerakan sosial di Indonesia akan sulit

Menyoal Dua Muktamar Hadapi Masalah Korupsi

BULAN Agustus tahun ini, berbeda dengan tahun-tahun yang lain. Sebabnya, selain adanya peringatan proklamasi tahun 45’, juga terdapat momentum penting muktamar dua organisasi besar bangsa,

Masyarakat Indonesia dan 70 Tahun Revolusi Agustus

BAGAIMANA memahami masyarakat kontemporer Indonesia kini? Di tengah-tengah perayaan 70 tahun kemerdekaan Indonesia, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Indonesia tetap terpuruk, ketika presidennya kini punya

Ibuku Malang, Ibuku Tersayang

I BUKAN. Ini bukan soal Sandiwara Radio Ibuku Malang Ibuku Tersayang yang populer di penghujung 80-an itu. Walau akan ada hubungannya dengan cara membaca konflik

Revolusi Agustus, Revolusi Sosial

DALAM beberapa hari, Indonesia akan merayakan hari ulang tahun kemerdekaannya yang ke-70. Kalimat selanjutnya dari tulisan kali ini bisa saya mulai dengan sejumlah basa-basi yang

Gerakan Tagar

GERAKAN rakyat sebagai respon terhadap peristiwa sosial, ekonomi, dan politik sekarang sudah semakin mudah dan cepat. Berkat kemajuan teknologi informasi, gerakan ini menjadi praktis; apapun,

Wikana dan Soal Pemuda

“Ia terlahir, dengan kesakitan, sebagai anak zaman, yang melahirkan zaman.” Aidit MENTENG 31. Belasan pemuda berkumpul di bawah pohon jarak. Mereka mendiskusikan soal situasi dunia

Shopping Basket

Berlangganan Konten

Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.