
Tindakan Trump di Venezuela Lebih dari Sekadar soal Minyak
Begitu ekonomi politik industri minyak benar-benar dibedah, penjelasan “ini semua tentang minyak” mulai kelihatan rapuh.
HomeImperialisme

Begitu ekonomi politik industri minyak benar-benar dibedah, penjelasan “ini semua tentang minyak” mulai kelihatan rapuh.

Agresi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela merupakan wujud imperialisme kapitalis yang bertujuan menguasai sumber daya alam, terutama minyak, dan tidak mencerminkan kepentingan rakyat di kedua negara. Oleh karena itu, perjuangan melawan imperialisme menuntut solidaritas lintas negara dan konsolidasi politik global yang berpihak pada rakyat, khususnya kelompok paling terdampak.

Bagaimana pemerintahan HTS dapat membentuk Suriah dan kawasan yang lebih luas, terutama ketika kita mempertimbangkan latar sejarah yang telah dibahas dan dinamika yang muncul setelah serangan ke Damaskus?

Beberapa bulan ke depan akan memperlihatkan apakah kita akan terus menempuh jalan lama—berusaha menenangkan Zionisme liberal dan “berkolaborasi” dengan pejabat Partai Demokrat di ranah elektoral mereka, sebuah strategi yang telah terbukti melumpuhkan sayap kiri di negeri ini. Atau, sebaliknya, apakah kita akan mengambil inspirasi dari rakyat Palestina, dari flotilla, dan dari para aktivis muda—kelas pekerja, imigran, serta mahasiswa—yang terus membangun gerakan jauh dari pengaruh toksik Zionisme liberal.

Kekuatan sanksi Barat bertumpu pada dominasi mereka atas mata uang cadangan global (dolar AS dan Euro), kendali terhadap sistem pembayaran internasional (SWIFT), serta monopoli atas teknologi esensial (misalnya satelit, komputasi awan, dan perangkat lunak).

Trump tidak bisa mengembalikan AS ke posisi sebagai pemimpin utama dalam ekonomi manufaktur global. Kesempatan itu telah berlalu.

Sudahi teologi Kristen yang berkontribusi melanggengkan imperialisme. Sudah waktunya melawan segala bentuk penindasan dan mendukung total pembebasan nasional.

Fraser berbincang tentang bagaimana transfer kekayaan alam dan perawatan masuk dalam imperialisme modern, peran ekspropriasi dalam akumulasi modal, dan sifat batas inti-periferi yang semakin kabur di bawah kapitalisme yang terfinansialisasi.

Hanieh mengeksplorasi perlunya mengedepankan transfer nilai dalam memahami imperialisme, peran Israel dalam kapitalisme fosil global, dan meningkatnya pengaruh negara-negara Teluk.

Kritik Gramsci atas imperialisme modern seperti di Palestina bukan hanya relevan, tetapi mendesak untuk dibaca ulang di tengah kebungkaman global yang semakin sistemik.
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.