“Kami Selalu Ingat!” (Eps. I – Suciwati Munir)

Kasus pelanggaran HAM mana yang Anda ingat dan telah diselesaikan sampai tuntas? Silakan, memanggil ulang memori Anda terkait kasus penculikan aktivis, pembunuhan, hingga penghilangan paksa. Maka di saat bersamaan, Anda akan menemukan jawaban bahwa kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi, nyaris tanpa penyelesaian. Nama-nama yang dinyatakan hilang hingga kini tidak jelas rimbanya. Sedangkan kasus pembunuhan aktivis pembela HAM hingga kini masih menyisakan tanda tanya.

Belakangan ini, kasus pelanggaran HAM kembali menjadi isu yang akrab di telinga kita, setelah salah satu kontestan Pemilu Presiden diduga kuat sebagai pelaku penculikan pada 1998. Pada kesempatan ini, IndoPROGRESS TV menyajikan tiga episode wawancara terkait berbagai kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang berjudul Kami Selalu Ingat!. Masing-masing episode menampilkan satu narasumber, mulai dari Suciwati Munir, Keluarga Widji Thukul, hingga Mugiyanto—salah satu korban penculikan. Wawancara ini mencoba mengungkap usaha perjuangan mereka, serta masa depan penyelesaian kasus pelanggaran HAM, terutama dalam kaitannya dengan Pemilu Presiden.

Kami Selalu Ingat! merekam ingatan mereka, baik korban maupun keluarga korban. Seri wawancara ini sekaligus mengajak kita untuk merawat ingatan, sebab kita bukan bagian dari mereka yang terus- menerus berpura-pura lupa.

***

SUCIWATI MUNIR, merupakan istri almarhum Munir Said Thalib. Sebelum menikah dengan Munir, Suciwati berkecimpung sebagai aktivis buruh. Setelah Munir meninggal, Ibu dua anak ini hadir sebagai salah satu sosok penting dalam usaha penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia.

Bersama keluarga korban lainnya, Suciwati terus menuntut penyelesaian kasus pelanggaran HAM di Indonesia. Perempuan berusia 46 tahun itu, kini juga mengelola Omah Munir yang terletak di Batu, Malang. Omah Munir merupakan sebuah rumah yang mengoleksi benda-benda terkait perjuangan penegakan HAM di Indonesia, sekaligus usaha untuk melawan lupa.


comments powered by Disqus