PADA malam paskah 24 April itu, aku menyaksikan bangkitnya Tan Malaka dari liang kuburnya. Ia hadir di tengah-tengah massa cerdik cendekia dalam gedung Graha Bakti
Karya-karyanya adalah sayup suara di rumah-bahasanya sendiri ”SAYA punya minat khusus dengan dia karena [dia] realistis,” kata Sujiyati, merujuk alasan dia mencintai karya-karya Pram, dengan
Shopping Basket
Berlangganan Konten
Daftarkan email Anda untuk menerima update konten kami.