Edisi LKIP07

Print Friendly, PDF & Email

Daftar Isi Edisi Ini:

  1. ‘Mengawini Massa’: Saduran Prosa-Puisi Baudelaire
  2. Penulisan Cerita Budug Basu di Kalangan Keraton Cirebon
  3. Estetika dan Kritik Sosial dalam Karya-karya Oscar Wilde (Bagian 1)
  4. Esai Foto: Produksi Arak

‘Saltum’ alias salah kostum kiranya kata yang tepat untuk pembaca renungkan sebelum mengunyah sajian LKIP kali ini. Oke. Sebagai bantuan, kami berikan ilustrasi. Bayangkan Anda datang ke sebuah acara resmi dengan kaos oblong kumal serta sandal jepit. Tentu kami tak perlu menggambarkan lebih lanjut bagaimana lirikan mata dan bisik-bisik hadirin yang lain menanggapi kehadiran Anda. Hal itu terjadi juga jika Anda menenteng-nenteng botol anggur merah beserta isinya di siang bolong di depan sebuah Masjid pada bulan Ramadhan. Nah, kostum, tingkah laku, dan apa yang Anda konsumsi terkadang menentukan posisi Anda dalam masyarakat. Ada sebuah tatanan tercipta dan dicipta yang lantas mengatur dan mengkotak-kotakan hal itu. Bahkan terkadang kostum, apa yang dikonsumsi, tampilan, tingkah laku, menjadi lebih penting, bahkan dipenting-pentingkan ketimbang apa yang ada di dalam kepala anda. Tentu saja ini mengandaikan apa yang ada di dalam kepala Anda itu dimaterialkan entah dengan tulisan atau dengan ucapan.

Tulisan Iqra Anugrah dalam ‘rubrik kritik’ menjelajahi pemikiran Oscar Wilde dalam karya-karya klasiknya. Di balik peri kehidupan penulis Anglo-Irlandia yang lebih sering menjadi buah bibir itu, tersimpan kritik sosial yang tajam di dalam buah penanya. Selain itu, ‘rubrik kritik’ menghadirkan pula tulisan duo Sinta Ridwan dan Fuad Abdulgani bertajuk “Penulisan Cerita Budug Basu di Kalangan Keraton Cirebon”. Sedikit banyak, kedua penulis hendak menunjukan ekonomi-politik masyarakat Cirebon yang melandasi ekspresi kebudayaan mereka. Bahwa, kebudayaan tak hadir dari ruang kosong.
Selain ‘rubrik kritik’, kami juga menghadirkan ‘rubrik apresiasi’ yang kali ini berisi esai foto tentang proses produksi arak tradisional. Melalui gambar-gambar, semoga terbayang pada kita bagaimana sulit dan telatennya sebuah kerja untuk menghasilkan minuman alkohol tradisional yang kerap dengan sewenang-wenang disita lantas dihancurkan oleh aparat negara. Terakhir, pada ‘rubrik kliping’ kami hadirkan beberapa puisi prosa dari Charles Baudelaire–penyair romantik-dekaden Prancis, Wilde-nya Paris–yang disadur dan diberi pengantar oleh Windu W. Jusuf.

Semoga LKIP kali ini menghantarkan anda dengan penuh hikmat pada malam-malam penuh makanan dan siang-siang dengan perut keroncongan.

×

IndoPROGRESS adalah media murni non-profit. Demi menjaga independensi dan prinsip-prinsip jurnalistik yang benar, kami tidak menerima iklan dalam bentuk apapun untuk operasional sehari-hari. Selama ini kami bekerja berdasarkan sumbangan sukarela pembaca. Pada saat bersamaan, semakin banyak orang yang membaca IndoPROGRESS dari hari ke hari. Untuk tetap bisa memberikan bacaan bermutu, meningkatkan layanan, dan akses gratis pembaca, kami perlu bantuan Anda.

Jika Anda merasa situs ini bermanfaat, silakan menyumbang melalui PayPal: redaksi.indoprogress@gmail.com; atau melalui rekening BNI 0291791065. Terima kasih.

Kirim Donasi

comments powered by Disqus