Ketika Nasionalisme Mendahului Kelas
Peter Kasenda, Sejarawan
Meskipun PKI sekarang sudah diserak-serakan, aku tetap berkeyakinan kuat kalau hanya waktu, dan dalam proses sejarah itu sendiri, kalau PKI pada akhirnya akan bangkit lagi, karena PKI selamanya anak zaman, dilahirkan ke dunia oleh zaman itu sendiri…Meski banyak kesulitan dan penderitaan, PKI akan menemukan kembali jalannya untuk naik jauh lebih segar ketimbang kami berlima. Mereka akan membikin kegagalan kami ini ibu bagi kemenangan mereka..
Oleh karena terus diburu, ditakuti-takuti peluru musuh, dia (PKI) sekarang tiarap serendah-rendahnya. Akan tetapi, pada akhirnya ia akan merangkak balik dengan tangan dan lututnya untuk menangkap dan menghancurkan musuh Rakyat yang sesungguhnya : kaum imperialis, para tuan tanah dan kelompok – kelompok garis keras lain di negeri ini.
Sudisman, 1967.
PADA TANGGAL 23 Mei 1965, Stadion Gelora Bung Karno dibanjiri manusia. Puluhan ribu orang memadati tribun yang mengelilingi stadion, sementara ribuan manusia lagi berdiri di lapangan yang terhampar di bawah. Di luar, di lapangan parkir dan jalan-jalan di sekitar lebih dari 100.000 orang saling berdesak-desakan. Sungguh-sungguh seperti lautan manusia. Itulah peristiwa peringatan ulang tahun ke-45 berdirinya PKI. Lanjutkan membaca →