Fancy a progress? Think differently. See ‘you’ and ‘I’ as ‘us’. Together, we can change Indonesia. A new Indonesia we can share: together.
IndoPROGRESS adalah blog sindikasi para pegiat pengetahuan dan aktivis pergerakan progresif untuk membantu pembangunan gerakan sosial di Indonesia. Dalam media ini didiskusikan gagasan dan pemikiran dari para intelektual-aktivis yang selama ini berkecimpung dalam pembangunan gerakan, baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, hubungan internasional, dan militerisme. Tulisan-tulisan dalam blog ini dapat dikutip dan digandakan dengan menyebutkan nama penulisnya untuk tujuan non-komersial, akademik dan pembangunan gerakan sosial.
REDAKSI
Alit Ambara
Airlangga Pribadi
Arianto Sangaji
Martin Suryajaya
Rianne Subijanto
INGIN BERKONTRIBUSI?
Anda dapat berkontribusi dengan menyumbangkan gagasan dan pemikiran Anda dengan mengirimkan artikel singkat (+/- 700 kata) tentang topik-topik diatas via e-mail kepada Redaksi IndoPROGRESS.
KONTRIBUTOR
Arianto Sangadji (Yayasan Tanah Merdeka, Palu)
Antonius Made Toni Supriatma (Departments of Government, Cornell University, Ithaca, New York, US)
Azas Tigor Nainggolan (FAKTA, Jakarta)
Budiman Sudjatmiko (Anggota DPR-RI, 2009-2014)
Dominggus Octavianus (Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia)
Fahmi Panimbang (Lembaga Informasi Perburuhan Sedane/LIPS, Bogor)
Hilmar Farid (Institut Sejarah Sosial Indonesia [ISSI])
Indrasari Tjandraningsih (peneliti perburuhan di AKATIGA-Pusat Analisis Sosial di Bandung, MA on Development Studies dari Institute of Social Studies di Den Haag)
Justinus Prastowo (Mahasiswa Program Master Filsafat, Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta)
Linda Christanty (editor sindikasi Aceh Feature di Banda Aceh)
Mohammed Ikhwan (Serikat Petani Indonesia),
Noer Fauzi Rachman (College of Natural Research, University of California at Berkeley, US)
Sri Palupi (ECOSOC)
Sylvia Tiwon (South and Southeast Asian Studies, University of California at Berkeley, US)
Vedi Renandi Hadiz (Associate Professor Department of Sociology, University of Singapore, Singapore)
Wahyu Susilo (Universitas Atmajaya, Indonesia)
Wilson (PRAXIS, Jakarta)
Komentar